• Senin, 19 Oktober 2026

478 Titik Panas Masih Terdeteksi di Indonesia, Begini Kata BMKG

Photo Author
- Senin, 19 Oktober 2026 | 15:35 WIB
Petugas berupaya memadamkan titik api karhutla di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (Foto: Samarinda Pos)
Petugas berupaya memadamkan titik api karhutla di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. (Foto: Samarinda Pos)

 

Tangerang, Educeria.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia meski jumlah titik panas di beberapa daerah mulai menurun.

Berdasarkan pemantauan pada Jumat, 16 Oktober 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 478 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, dengan sebaran terbanyak berada di Sumatra Selatan.

Sumatra Selatan Catat Titik Panas Terbanyak

Dalam pemantauan tersebut, Sumatra Selatan mencatat 189 titik panas, disusul Jawa Timur dengan 89 titik dan Papua Selatan sebanyak 63 titik. Sementara itu, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masing-masing mencatat 26 titik panas.

Meski jumlahnya lebih rendah dibandingkan sejumlah wilayah lain, kondisi di Kalimantan Tengah menjadi perhatian karena titik panas yang terdeteksi turun tajam dibandingkan hari sebelumnya.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa jumlah titik panas di Kalimantan Tengah turun dari 485 titik pada 15 Oktober menjadi 26 titik pada 16 Oktober 2026.

“Perkembangan ini menunjukkan penurunan jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah tersebut, meskipun potensi karhutla tetap perlu diwaspadai,” ujar Andri dalam keterangan BMKG.

Penurunan tersebut menjadi perkembangan positif dalam pemantauan kebakaran. Namun, angka titik panas tidak serta-merta menggambarkan seluruh kondisi kebakaran di lapangan, sehingga pemantauan dan verifikasi tetap diperlukan.

Asap Karhutla Masih Terpantau di Sejumlah Wilayah

BMKG juga melaporkan sebaran asap karhutla masih terpantau di sebagian besar Sumatra dan Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Kepulauan Maluku, serta sebagian besar Papua.

Asap di wilayah-wilayah tersebut terpantau bergerak ke arah barat laut hingga timur laut. Kondisi ini berkaitan dengan keberadaan titik panas yang masih terdeteksi di berbagai daerah.

Sebelumnya, BMKG menyebut sekitar 76 persen zona musim di Indonesia masih mengalami musim kemarau. Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi kering antara lain Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.

Kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran, terutama di wilayah yang mengalami periode tanpa hujan berkepanjangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Muhamad Hijar Ardiansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X