• Rabu, 14 Oktober 2026

Kabut Asap Karhutla Selimuti Jambi, ISPU Sempat Tembus 300

Photo Author
Muhammad Guruh Nuary, Educeria.com
- Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:05 WIB
Kabut asap terlihat di Simpang Somel, Bungo, Jambi, Senin, 12 Oktober 2026. (Threads/otrisky)
Kabut asap terlihat di Simpang Somel, Bungo, Jambi, Senin, 12 Oktober 2026. (Threads/otrisky)

 

Tangerang, Educeria.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian warga di sejumlah wilayah Jambi pada Oktober 2026.

Kualitas udara di beberapa daerah dilaporkan memburuk, bahkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sempat menembus angka 300 pada awal bulan ini.

Kondisi tersebut menimbulkan keThreads memperlihatkan kabut asap di kawasan Simpang Somelyarakat. Foto yang dibagikan melalui Threads memperlihatkan kabut asap di kawasan Simpang Somel, Kabupaten Bungo, pada Senin, 12 Oktober 2026.

Baca Juga: Bukan Sekadar Adzan, Pengeras Suara Masjid di Indonesia Bakal Disiapkan Jadi Alarm Gempa

ISPU Jambi Sempat Menembus Angka 300

Pemerintah Provinsi Jambi melaporkan bahwa hasil pemantauan pada awal Oktober menunjukkan ISPU di sejumlah wilayah menembus angka 300. Dalam skala ISPU, angka tersebut termasuk kategori berbahaya sehingga perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan dampak kesehatan.

Meski demikian, angka tersebut merupakan catatan pada periode pemantauan tertentu dan tidak dapat langsung dianggap mewakili kondisi seluruh wilayah Jambi saat ini. Kualitas udara dapat berbeda antardaerah dan berubah mengikuti kondisi cuaca serta perkembangan kebakaran.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 12–13 Oktober juga menunjukkan kondisi udara kabur di sejumlah titik pemantauan di Kota Jambi dan sekitarnya. Kondisi ini menjadi salah satu indikator bahwa jarak pandang dan keadaan atmosfer masih perlu diperhatikan, meski tidak menggantikan pengukuran ISPU secara langsung.

Baca Juga: Ketika Sekolah Tak Lagi Aman: Menimbang Jalan Hukum bagi Anak Pelaku Perundungan

Karhutla Berdampak pada Kualitas Udara

Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi persoalan di Provinsi Jambi sepanjang 2026. Pemerintah daerah sebelumnya menyebut sejumlah titik api masih ditangani petugas, termasuk di wilayah Rantau Rasau, Berbak Sembilang, dan kawasan Londerang.

Asap dari kebakaran dapat membawa partikel halus yang masuk ke saluran pernapasan. Paparan tersebut berpotensi memicu batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, serta memperburuk kondisi orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit jantung atau paru-paru termasuk kelompok yang perlu lebih berhati-hati. Namun, keluhan kesehatan yang dialami warga tidak dapat langsung dipastikan disebabkan oleh asap tanpa pemeriksaan medis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Muhamad Hijar Ardiansah

Tags

Terkini

X