Tangerang, educeria.com— Di balik kemeriahan deretan akuarium dan arwana bernilai jutaan hingga ratusan juta rupiah, penyelenggaraan kompetisi ikan hias membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Penyelenggara Indodragon Championship, Hendri Leong, menyebut dukungan sponsor menjadi salah satu bagian penting agar kejuaraan dapat terus berjalan.
“Tanpa sponsor, acara seperti ini sulit berjalan. Sponsor itu seperti darahnya,” kata Hendri.
Indodragon Championship ke-8 melibatkan berbagai pihak yang bergerak dalam industri arwana. Sponsor tidak hanya berasal dari penjual ikan, tetapi juga produsen maupun pelaku usaha perlengkapan akuarium seperti filter, media biologis, media mekanis, pipa, lampu dan alat pemanas.
Menurut Hendri, keberadaan mereka menunjukkan bahwa industri arwana memiliki mata rantai ekonomi yang cukup panjang. Ketika jumlah penghobi meningkat, kebutuhan terhadap akuarium dan berbagai perlengkapan pemeliharaan juga ikut tumbuh.
“Ini sebenarnya industri juga. Memang sangat niche. Tetapi ada penjual kaca, lampu dan perlengkapan lainnya,” ujarnya.
Biaya juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi peserta. Hendri mengatakan pendaftaran kompetisi berbeda berdasarkan kelas yang diikuti. Biaya tersebut digunakan untuk mendukung operasional pertandingan, mulai dari penyediaan arena hingga berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan.
“Kalau peserta tidak cukup, panitia juga kesulitan karena operasional harus tetap berjalan,” katanya.
Di sisi lain, seorang penghobi yang baru masuk ke dunia arwana juga perlu menyiapkan biaya untuk ikan, akuarium dan peralatan pendukungnya.
Menurut Hendri, sekitar Rp10 juta hingga Rp20 juta sudah dapat menjadi gambaran modal awal untuk menyiapkan perangkat dasar pemeliharaan, meski angka tersebut sangat bergantung pada jenis dan kualitas ikan maupun perlengkapannya.
Harga ikan sendiri memiliki rentang yang sangat lebar. Arwana dapat ditemukan dengan harga mulai jutaan rupiah, sementara ikan dengan kualitas tertentu dapat bernilai jauh lebih tinggi. Ikan yang berhasil menjadi Grand Champion bahkan disebut dapat memiliki valuasi di atas Rp500 juta.
Namun bagi Hendri, nilai besar dalam dunia arwana tidak hanya berada pada harga ikan. Kontes juga menggerakkan transaksi dan aktivitas ekonomi yang lebih luas, mulai dari pembudidayaan, penjualan ikan, produksi akuarium hingga berbagai kebutuhan perawatan.
Sofian dari BrotherRed mengatakan kehadiran kontes membuat berbagai pelaku dalam ekosistem tersebut bertemu di satu tempat. Penghobi, pedagang, pembudidaya hingga penyedia perlengkapan dapat membangun jejaring sekaligus memperluas pasar.