• Minggu, 4 Oktober 2026

FK UMT Soroti Kualitas Udara Kota Tangerang, Rektor: Kesehatan Masyarakat Jadi Tantangan Bersama

Photo Author
Muhammad Guruh Nuary, Educeria.com
- Sabtu, 3 Oktober 2026 | 13:35 WIB
Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Warsito, saat memberikan sambutan via zoom meeting. (Screenshot zoom meeting FK UMT)
Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Warsito, saat memberikan sambutan via zoom meeting. (Screenshot zoom meeting FK UMT)

Tangerang, Educeria.com - Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Warsito, mengapresiasi inisiatif FK-UMT dalam menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bagi masyarakat. Ia menilai tema kualitas udara relevan dengan kondisi Kota Tangerang yang dikenal sebagai salah satu kawasan industri dan bagian dari kawasan metropolitan Tangerang Raya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Kedokteran atas inisiasinya sebagai bagian dari Universitas Muhammadiyah Tangerang untuk memberikan pengetahuan, memberikan dampak kepada masyarakat Kota Tangerang, terutama tentang kesehatan,” kata Warsito melalui pertemuan virtual zoom, Kota Tangerang, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Warsito, posisi strategis Kota Tangerang sebagai kawasan urban dan industri membuat isu kesehatan menjadi perhatian penting. Aktivitas industri, kepadatan kawasan perkotaan, serta kedekatan dengan wilayah ibu kota menjadikan edukasi kesehatan semakin dibutuhkan masyarakat.

“Di Kota Tangerang khususnya, kita termasuk dianggap sebagai atau dikenal dengan kota seribu industri. Dan Kota Tangerang salah satu kota metropolitan, kita dekat dengan ibu kota dan kita termasuk juga daerah Tangerang Raya,” ujarnya.

Baca Juga: Gelar Webinar Series, FK-UMT Edukasi Soal Kualitas Udara Kota Tangerang

Ia juga menyoroti distribusi layanan dan tenaga kesehatan di Provinsi Banten. Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutannya, sekitar 70 persen layanan kesehatan dan tenaga kesehatan di Provinsi Banten masih terkonsentrasi di kawasan Tangerang Raya, yang mencakup Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.

“Kalau kita lihat secara kedaerahan atau secara geografis, di Provinsi Banten itu 70 persen bahwa kesehatan itu masih menumpuk di Tangerang Raya. Baik itu Kota Tangerang, Tangsel maupun Kabupaten Tangerang. Ini belum merata ke Provinsi Banten,” kata Warsito.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan dalam upaya pemerataan kesehatan di Banten. Menurut Warsito, peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan perlu terus dilakukan agar edukasi kesehatan tidak hanya terpusat di kawasan tertentu.

“Ini merupakan tantangan, bagaimana bahwa kesehatan itu bisa menyebar ke seluruhnya, supaya masyarakat itu semakin sadar, semakin paham tentang kesehatan,” ujarnya.

Melalui Webinar Series tersebut, FK-UMT diharapkan dapat terus menghadirkan tema-tema kesehatan yang relevan dengan persoalan sehari-hari masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan edukasi dan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nur Agnatul Hasanah

Tags

Terkini

X