• Senin, 5 Oktober 2026

Indodragon Championship ke-8 Jadi Ajang Adu Kualitas sekaligus Penggerak Industri Arwana

Photo Author
Nur Agnatul Hasanah, Educeria.com
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:33 WIB
Situasi Indodragon Championship ke-8, di Mall Alam Sutra Tangerang. (educeria.com/Nur Agnatul Hasanah)
Situasi Indodragon Championship ke-8, di Mall Alam Sutra Tangerang. (educeria.com/Nur Agnatul Hasanah)

 

Tangerang, educeria.com— Indodragon Championship kembali digelar untuk kedelapan kalinya dengan mempertemukan para penghobi, pembudidaya, pedagang hingga pelaku industri pendukung ikan arwana dari berbagai daerah.

Penyelenggara sekaligus Ketua Juri Indodragon Championship, Hendri Leong mengatakan, kejuaraan tersebut bukan hanya menjadi ajang untuk menentukan arwana terbaik, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya berbagai elemen dalam ekosistem ikan hias, khususnya arwana Super Red.

“Komunitas arwana perlu ajang untuk berkumpul, bertanding, sekaligus promosi. Semua bisa berkumpul di Indodragon Championship,” kata Hendri.

Pada penyelenggaraan kedelapan ini, peserta datang dari berbagai daerah, seperti Pontianak, Tangerang, Bekasi dan daerah lainnya. Nama peserta dari Vietnam, Thailand, Singapura hingga Malaysia juga turut tercatat dalam kompetisi, meski ikan yang dilombakan telah berada di Indonesia.

Kompetisi mempertandingkan 11 kelas dengan total 111 piala yang diperebutkan. Kategori pertandingan dibedakan berdasarkan ukuran dan karakter ikan, mulai dari kelas XL, senior, medium, junior, Short Body Senior, Short Body Junior, Unique hingga King.

Dalam penjurian, terdapat tiga aspek utama yang diperhatikan, yakni warna, anatomi dan penampilan keseluruhan atau overall. Bobot penilaian kemudian disesuaikan dengan masing-masing kelas.

Untuk kelas arwana merah XL, misalnya, warna memiliki porsi penilaian hingga 40 persen. Sementara anatomi dan overall masing-masing memiliki bobot 30 persen.

“Kalau kelas merah XL, warnanya 40 persen, anatomi 30 persen dan overall 30 persen. Seperti kontes kecantikan, semuanya memiliki persentase penilaian,” ujar Hendri.

Aspek overall termasuk bagaimana ikan berenang dan menampilkan performanya di dalam akuarium. Karena itu, persiapan ikan untuk mengikuti kompetisi tidak hanya berkaitan dengan warna, tetapi juga kondisi tubuh dan performa ikan pada saat penjurian.

Ukuran ikan pun menjadi bagian penting dalam menentukan kelas pertandingan. Panitia memberikan toleransi sekitar satu sentimeter. Ikan yang melebihi batas ukuran kelas dapat dipindahkan ke kategori yang sesuai sebelum proses penjurian dimulai.

Namun, apabila ketidaksesuaian ukuran baru diketahui setelah proses penjurian berlangsung, ikan berpotensi didiskualifikasi karena perpindahan kelas akan memengaruhi proses penilaian.

Selain menjadi arena kompetisi, Hendri menilai kejuaraan arwana memiliki efek ekonomi yang lebih luas. Sebab, perkembangan komunitas arwana turut menggerakkan industri akuarium, lampu, filter, media biologis, pipa, perlengkapan perawatan ikan hingga pembudidayaan arwana.

“Ini sebenarnya industri juga. Memang niche, sangat spesifik. Tapi ada penjual kaca, lampu dan berbagai perlengkapannya. Kalau penghobinya makin banyak, pedagangnya bertambah, kontes juga semakin banyak,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Nur Agnatul Hasanah

Tags

Terkini

X