• Senin, 5 Oktober 2026

Bukan Tinggal Bawa Ikan, Peserta Indodragon Championship Harus Siapkan Arwana Jauh Hari

Photo Author
Nur Agnatul Hasanah, Educeria.com
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 23:30 WIB
Potret salah satu ikan yang menjadi pemenang Best In Show Arwana Super Red pada indodragon Championship ke-8, di Mall Alam Sutra Tangerang. (educeria.com/Nur Agnatul Hasanah)
Potret salah satu ikan yang menjadi pemenang Best In Show Arwana Super Red pada indodragon Championship ke-8, di Mall Alam Sutra Tangerang. (educeria.com/Nur Agnatul Hasanah)

Tangerang, educeria.com— Mengikuti kontes arwana tidak cukup hanya dengan memiliki ikan berharga mahal. Kondisi fisik, ukuran, warna hingga performa berenang harus dipersiapkan sebelum ikan masuk arena pertandingan.

Peserta Indodragon Championship, Sofian dari Brother Red, mengatakan para pemain umumnya telah mengetahui kondisi dan kelas ikan masing-masing sebelum mendaftarkannya dalam kompetisi. Ukuran menjadi salah satu hal pertama yang harus diperhatikan karena setiap kelas memiliki batas panjang ikan.

“Kalau ukurannya 55 ke atas masuk kelas tertentu. Kalau 50 sampai 55 masuk kelas yang sesuai ukurannya. Jadi tinggal mengikuti kelasnya,” ujar Sofian.

Kesalahan menentukan kelas dapat berpengaruh terhadap keikutsertaan ikan. Panitia memang memberikan toleransi ukuran sekitar satu sentimeter. Namun, jika ikan terlalu besar untuk kelas yang didaftarkan, ikan harus dipindahkan ke kategori yang sesuai sebelum penjurian berlangsung. Menurut Sofian, kasus tersebut jarang terjadi karena peserta biasanya sudah melakukan pengukuran sejak di rumah.

“Pemain arwana jarang oversize. Biasanya kita sudah mengukur juga di rumah,” katanya.

Persiapan kontes juga tidak berhenti pada ukuran. Penyelenggara sekaligus Ketua Juri Indodragon Championship, Hendri Leong menjelaskan kondisi warna dan anatomi menjadi bagian penting yang harus diperhatikan peserta. Gaya berenang ikan juga turut menentukan penilaian.

“Yang dinilai warna, anatomi dan overall. Overall termasuk gaya berenangnya,” kata Hendri.

Karena itu, pemilik harus memastikan ikan berada dalam kondisi prima ketika dibawa ke arena. Tidak seluruh ikan dalam koleksi penghobi otomatis cocok diturunkan dalam pertandingan. Sofian mengatakan pemilik harus mempertimbangkan kesiapan ikan sekaligus persaingan di kelas yang diikuti.

“Yang penting ikannya siap atau tidak. Kalau ikan belum bagus, tidak harus dipaksakan ikut,” ujarnya.

Hal tersebut juga membuat seorang kolektor dapat membagi ikan yang dimilikinya untuk mengikuti sejumlah kompetisi berbeda. Pasalnya, kontes arwana tidak hanya digelar di satu tempat dan setiap pertandingan membutuhkan persiapan tersendiri.

Persiapan yang panjang juga berkaitan dengan karakter arwana yang tidak dapat berubah secara instan. Hendri mengatakan warna memang masih dapat berkembang seiring pemeliharaan dan faktor genetik, tetapi bentuk anatomi sangat dipengaruhi keturunan.

“Kalau anatomi tidak bisa dibentuk. Itu genetik. Tinggi, panjang, bentuk tubuhnya memang dipengaruhi genetik,” katanya.

Dalam proses budidaya, kualitas tersebut bahkan sudah diperhitungkan sejak pemilihan indukan melalui selective breeding.

Pembudidaya akan memilih ikan dengan karakter warna dan anatomi yang dianggap baik untuk menghasilkan keturunan berkualitas. Bagi Sofian, kompetisi pada akhirnya bukan hanya perkara membawa ikan ke arena lalu berharap menjadi juara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Nur Agnatul Hasanah

Tags

Terkini

X