Tangerang, Educeria.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta warga negara Indonesia (WNI), termasuk para jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi untuk terus waspada.
Imbauan tersebut dikeluarkan oleh Kemenhaj menyusul serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid, Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Serangan tersebut telah diklaim dilakukan oleh kelompok Houthi dan menyebabkan 12 orang meninggal dunia serta 309 orang lainnya mengalami luka-luka.
Baca Juga: Serangan Houthi ke Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, Jamaah Umrah Jadi Korban
Kemenhaj mengimbau bagi calon jemaah umrah yang belum berangkat ke Arab Saudi untuk terus memantau situasi, termasuk mengenai informasi penerbangan.
“Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi,” ujar Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta pada Minggu, 11 Oktober 2026.
“Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan,” imbuhnya.
Baca Juga: Gelombang Laut Capai 4 Meter hingga 14 Oktober, BMKG Minta Waspada
Sementara untuk jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, diimbau untuk mengikuti arahan keselamatan dari otoritas setempat.
Di tempat terpisah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyebut belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam serangan tersebut.
Namun, pihak KBRI masih terus melakukan pemantauan untuk memastikan ada atau tidaknya WNI sebagai korban luka-luka.
“KBRI Riyadh akan terus berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi dan melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada/tidaknya WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya,” ungkap pihak KBRI dalam keterangan resminya pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Menurut data dari KBRI Riyadh, korban tewas dalam serangan tersebut adalah empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.
Artikel Terkait
Rentan Kebakaran, Legislator PKS ini Dorong Pencegahan yang Komprehensif di Jakarta
Apple Geser iOS 26 ke Pilihan Kedua, Pengguna iPhone Kini Didorong Update ke iOS 27
Keluarga Seyogianya Jadi Ruang Pertama yang Membentuk Kepribadian Anak: Memahami Akar Perundungan
Serangan Houthi ke Bandara Riyadh Tewaskan 12 Orang, Jamaah Umrah Jadi Korban
Gelombang Laut Capai 4 Meter hingga 14 Oktober, BMKG Minta Waspada