“Tidak perlu menunggu perfect banget untuk memulai sesuatu,” tutur Retno saat itu.
Dari 18 anak pada awal kegiatan, ruang belajar tersebut kemudian berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Perjalanannya tidak hanya memperluas jumlah peserta, tetapi juga memperluas jenjang dan bentuk pembelajaran yang diberikan.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat dapat tumbuh secara organik. Ketika kebutuhan baru muncul, ruang belajar dapat berkembang untuk menjawab kebutuhan tersebut sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia.