• Jumat, 25 September 2026

Berawal dari Puisi dan Teater, Febi Aulia Menemukan Jalan sebagai Duta Bahasa Banten

Photo Author
- Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB
Feby Aulia Yolandi bersama tim Educeria.com. (Kyara Aisyah/Educeria.com)
Feby Aulia Yolandi bersama tim Educeria.com. (Kyara Aisyah/Educeria.com)

Tangerang, Educeria — Kecintaan terhadap bahasa dan sastra terkadang tumbuh bukan dari sebuah rencana besar, melainkan dari pengalaman-pengalaman kecil yang terus berkembang. Begitu pula perjalanan Feby Aulia Yolandi, mahasiswa yang kini menyandang gelar Duta Bahasa Banten Terbaik II.

Ketertarikan Feby terhadap dunia bahasa dan sastra telah tumbuh sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah dasar. Saat bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI), ia beberapa kali mendapat kesempatan untuk membacakan puisi. Dari pengalaman sederhana tersebut, mulai muncul keyakinan bahwa dirinya memiliki ketertarikan dan kemampuan di bidang seni.

Ketertarikan itu semakin berkembang ketika Feby duduk di bangku SMP. Ia mulai lebih sering mengikuti kegiatan baca puisi dan bahkan berhasil meraih kemenangan dalam salah satu perlombaan.

“Dari sanalah semakin merasa, oh kayaknya aku memang ada bakat di sini dan ada minat di sini,” ungkap Feby kepada tim Educeria.com beberapa waktu lalu. 

Memasuki jenjang SMA, ketertarikannya terhadap seni dan bahasa semakin menemukan ruang untuk berkembang. Feby bergabung dalam ekstrakurikuler teater. Di sana, ia tidak hanya belajar seni pertunjukan, tetapi juga mendalami berbagai bentuk seni peran seperti membaca puisi dan monolog.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Feby. Berbagai kegiatan yang ia jalani di dunia teater membuatnya semakin tertarik untuk terus belajar mengenai seni, bahasa, dan sastra Indonesia.

“Pas SMA itu benar-benar banyak hal-hal baru yang aku dapatkan di sana. Dan itu menggugah diri aku untuk terus belajar di bidang ini,” tuturnya.

Dari pengalaman tersebut, minat Feby terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia semakin kuat. Ia mulai melihat bahwa bahasa bukan sekadar sesuatu yang dipelajari di dalam kelas, tetapi juga menjadi bagian dari seni, komunikasi, dan cara seseorang mengekspresikan dirinya.

Menariknya, perjalanan Feby hingga akhirnya menjadi Duta Bahasa Banten justru tidak diawali dengan sebuah ambisi untuk mengikuti ajang tersebut.

Saat terdapat sosialisasi Duta Bahasa Banten di lingkungan kampus, Feby awalnya hanya mengikuti karena mendapat arahan dari ketua program studinya. Ia bahkan mengaku tidak memiliki rencana untuk benar-benar mendaftarkan diri.

Namun, setelah mengikuti sosialisasi, pandangannya berubah. Ia mulai melihat bahwa ajang tersebut merupakan kesempatan untuk mengembangkan dirinya.

“Pas ikut ternyata oke, menarik juga,” katanya.

Keikutsertaan yang awalnya hanya karena mengikuti sosialisasi kemudian berlanjut ke proses seleksi. Feby mengikuti seleksi internal, mengurus berbagai persyaratan administrasi, hingga menyusun rancangan program yang nantinya akan dijalankan apabila terpilih menjadi Duta Bahasa.

Dari sinilah pengalaman yang sebelumnya ia dapatkan melalui puisi, teater, dan seni pertunjukan kembali menemukan kaitannya. Kemampuan berbicara di depan umum, berkomunikasi, menyampaikan gagasan, hingga tampil di hadapan orang lain menjadi bekal yang membantunya menghadapi proses seleksi.

Perjalanan tersebut akhirnya membawa Feby hingga ke tingkat Provinsi Banten dan meraih posisi Duta Bahasa Banten Terbaik II.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhammad Guruh Nuary

Tags

Terkini

X