Bali, Educeria.com — Gubernur Bali Wayan Koster memperpanjang sistem ganjil genap pengisian bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU hingga Jumat, 23 Oktober 2026, setelah kebijakan sebelumnya berakhir pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Koster menyampaikan perpanjangan tersebut kepada awak media sebagai upaya melanjutkan pengaturan pembelian BBM di tengah penanganan antrean SPBU di Bali.
“Kami akan memperpanjang pengaturan ganjil genap yang berakhir terakhir hari ini, itu akan ditambahkan mulai besok sampai hari Jumat tanggal 23 Oktober nanti,” ujarnya kepada awak media.
Kebijakan ini membuat pengaturan pembelian BBM berdasarkan angka terakhir pelat nomor kendaraan tetap berlaku selama beberapa hari tambahan.
Ganjil Genap BBM Bali Diperpanjang hingga 23 Oktober
Sistem ganjil genap sebelumnya diterapkan untuk mengatur pembelian BBM di SPBU Bali ketika antrean kendaraan dan persoalan distribusi menjadi perhatian.
Melalui kebijakan tersebut, kendaraan mendapatkan giliran pengisian berdasarkan kesesuaian angka terakhir pelat nomor dengan tanggal yang ditetapkan.
Perpanjangan hingga Jumat dimaksudkan agar pengaturan pembelian BBM tetap berjalan selama masa penanganan kondisi di lapangan.
Namun, masyarakat perlu memastikan ketentuan terbaru melalui pengumuman pemerintah daerah atau Pertamina sebelum mendatangi SPBU.
Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Mengisi BBM
Dalam penerapan awal, pengaturan ganjil genap disertai langkah penanganan antrean, termasuk penyesuaian jam operasional sejumlah SPBU.
Ketentuan mengenai jenis BBM yang dikenai pembatasan, batas pengisian, dan jadwal kendaraan perlu merujuk pada pengumuman resmi terbaru.
Masyarakat juga disarankan memantau informasi dari pemerintah dan Pertamina agar tidak keliru memahami aturan yang berlaku hingga 23 Oktober 2026.
Artikel Terkait
SPBU Pertamina di Bali Kosong, Pasokan BBM Ditargetkan Pulih Mulai Sore
BBM Bali Mulai Pulih? Antrean Motor Masih Mengular di Denpasar dan Badung
BBM Langka di Bali, Wayan Koster Panggil Pertamina dan Janjikan Pasokan Normal
BBM di Bali Masih Sulit Didapat, Dirut Pertamina Minta Maaf
Antrean BBM Bali Belum Reda, Muncul Fenomena Ojol Jual Bensin hingga Rp200 Ribu
BBM Langka di Bali: ASN WFH dan Siswa PJJ Selama 3 Hari