• Jumat, 16 Oktober 2026

Direktur LPPP UMT: Pengalaman Mengajar Saja tak Cukup, Guru PAUD Harus Terus Menguatkan Kompetensi dengan Ilmu Pengetahuan

Photo Author
- Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:57 WIB
Direktur LPPP UMT, Asep Suhendar saat memberikan kuliah umum di depan ratusan mahasiswa RPL PG PAUD. (Educeria.com/Siti Yani)
Direktur LPPP UMT, Asep Suhendar saat memberikan kuliah umum di depan ratusan mahasiswa RPL PG PAUD. (Educeria.com/Siti Yani)

Tangerang, Educeria.com — Pengalaman mengajar selama belasan hingga puluhan tahun merupakan modal berharga bagi seorang guru pendidikan anak usia dini (PAUD). Namun, lamanya masa pengabdian tidak serta-merta menjamin kompetensi profesional apabila pengalaman tersebut tidak disertai refleksi, pembaruan pengetahuan, dan pengembangan metode pembelajaran. Pesan itulah yang disampaikan Direktur Lembaga Pengembangan, Pendidikan, dan Pembelajaran (LPPP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Asep Suhendar, saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) PG PAUD penerima beasiswa Kabupaten Tangerang.

Dalam kuliah umum tersebut, Asep menegaskan bahwa pengalaman mengajar merupakan salah satu modal penting yang perlu dikembangkan melalui proses akademik. Menurutnya, program RPL memberikan pengakuan atas pengalaman dan kompetensi yang telah diperoleh mahasiswa sebelum memasuki pendidikan tinggi, tetapi pengakuan tersebut tidak berarti proses belajar berhenti pada pengalaman praktis.

“Pengalaman mengajar tidak akan otomatis membuat kompeten,” ujar Asep saat menjelaskan pentingnya menghubungkan pengalaman lapangan dengan ilmu pengetahuan di aula lantai 19 UMT, Kota Tangerang, Jumat (16/10/2026).

Ia merujuk pada gagasan pembelajaran berdasarkan pengalaman yang dikaitkan dengan David Kolb. Dalam konteks pendidikan guru, pengalaman perlu diolah melalui refleksi, dikonfirmasi dengan pengetahuan, kemudian digunakan untuk memperbaiki praktik pembelajaran. Dengan demikian, guru tidak hanya mengulang kebiasaan yang sama dari tahun ke tahun, tetapi mampu mengevaluasi efektivitas pendekatan yang digunakan.

Baca Juga: Dekan FKIP UMT: Guru PAUD Jangan Fokus Calistung, tetapi Membentuk Karakter Anak

Asep kemudian mengajak mahasiswa melihat kembali perjalanan pengabdian mereka sebagai guru PAUD. Ia menanyakan siapa saja yang telah mengajar selama empat tahun, tiga tahun, sepuluh tahun, hingga dua puluh tahun. Sejumlah mahasiswa mengangkat tangan, menunjukkan beragamnya pengalaman yang dibawa ke ruang kuliah.

Bagi Asep, pengalaman panjang tersebut merupakan modal awal yang harus dimanfaatkan untuk memperkaya proses akademik. Akan tetapi, masa kerja bukan satu-satunya ukuran untuk menilai apakah seorang guru telah berkembang secara profesional.

“Kalau pengalaman mengajarnya 15 tahun, misalnya metodenya itu, materinya itu, sudah dipastikan tidak akan memiliki kompetensi. Maka langkah selanjutnya adalah dikonfirmasi dengan ilmu pengetahuan,” katanya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pendidikan berkelanjutan bagi guru PAUD. Pengalaman di ruang kelas perlu menjadi bahan evaluasi untuk memahami kebutuhan anak, mengidentifikasi persoalan pembelajaran, dan menentukan pendekatan yang lebih tepat berdasarkan teori serta pengetahuan ilmiah.

RPL sebagai Pengakuan atas Pengalaman Guru

Asep juga menjelaskan bahwa mahasiswa RPL pada dasarnya merupakan mahasiswa yang memiliki kedudukan akademik yang sama dengan mahasiswa lain. Perbedaannya terletak pada jalur masuk dan pengakuan atas pembelajaran serta pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya.

Ia menyebut mahasiswa RPL sebagai sebuah komunitas karena mereka mempunyai latar belakang dan pengalaman yang relatif serupa, yakni sama-sama berkecimpung dalam pendidikan anak usia dini.

“Jadi ibu dan bapak sekalian jangan khawatir ya bahwa RPL itu sama dengan mahasiswa yang lainnya. Sama. Hanya jalur masuknya saja yang berbeda,” ujarnya.

Melalui mekanisme RPL, pengalaman profesional yang memenuhi ketentuan dapat diakui sebagai bagian dari capaian pembelajaran tertentu. Pengakuan tersebut memungkinkan mahasiswa menempuh mata kuliah sesuai dengan hasil rekognisi yang ditetapkan, sehingga perjalanan akademiknya mempertimbangkan pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Muhammad Guruh Nuary

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X