Bahasa yang tidak terjaga tidak saja merusak hubungan interpersonal, tetapi juga berisiko menyentuh ranah SARA yang melibatkan pertikaian antarkelompok. Ketika marah pada seseorang, selesaikan dengan bijak dan tegas. Jangan memakinya dengan menyebut penciri seseorang tersebut seperti suku, agama, dan sejenisnya. Bertikai dengan satu orang saja sangat merugikan hidup kita, apalagi berlawanan dengan satu kelompok masyarakat.
Pada akhirnya, bahasa adalah sebuah sistem yang utuh. Bahasa tidak diwariskan orang tua, tetapi diperoleh anak dari proses peniruan bunyi bahasa di lingkungannya. Penguasaan bahasa merupakan keterampilan yang dapat terus dilatih dan diasah. Lewat praktik berbahasa yang santun dan terstruktur-baik lisan maupun tulisan, manusia tidak hanya meningkatkan ketajaman berpikir dan pengelolaan emosi, tetapi juga membangun interaksi sosial yang harmonis di tengah masyarakat.