Hendri mengatakan kasus ikan yang salah kelas relatif jarang terjadi karena sebagian besar pemain arwana sudah memahami kategori pertandingan.
“Pemain arwana biasanya sudah mengukur juga di rumah. Jadi kasus oversize sedikit sekali,” tuturnya.
Sofian, peserta dari BrotherRed, menilai pembagian kelas menjadi bagian penting dalam menjaga kompetisi tetap adil.
Pasalnya, perbedaan ukuran dapat memengaruhi anatomi, warna hingga tampilan ikan ketika berada di dalam akuarium.
Kompetisi tersebut juga memiliki kategori Unique dan King yang lebih fleksibel karena dapat diikuti ikan dengan berbagai ukuran. Melalui sistem penilaian tersebut, Indodragon Championship berupaya memastikan gelar juara tidak semata ditentukan oleh warna ikan.
Grand Champion, misalnya, dipilih juri berdasarkan kualitas terbaik di kelas utama dengan mempertimbangkan seluruh komponen penilaian.
“Grand Champion itu yang terbaik di kelas XL. Juri yang memilih berdasarkan penilaian,” kata Hendri.