Tangerang, Educeria.com — Kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi menjadi langkah penting bagi guru pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk meningkatkan kualifikasi akademik sekaligus memperkuat profesionalitas sebagai pendidik. Melalui program beasiswa untuk mengikuti perkuliahan selama tiga dan empat semester, para guru yang sudah berpengalaman mendapatkan peluang untuk melanjutkan studi di Program Studi PAUD, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).
Dekan FKIP UMT, Sumiyani, menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya saat menyambut kedatangan mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) beasiswa Kabupaten Tangerang di Program Studi PAUD FKIP UMT. Ia menekankan bahwa pengalaman mengajar yang telah dimiliki para guru merupakan modal penting, tetapi tetap perlu diperkuat dengan pendidikan formal dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Menurut Sumiyani, banyak mahasiswa yang telah memiliki pengalaman mengajar di taman kanak-kanak maupun lembaga pendidikan anak usia dini selama bertahun-tahun. Pengalaman tersebut memberikan bekal praktis dalam menghadapi karakteristik dan kebutuhan anak. Namun, peningkatan kualifikasi akademik tetap diperlukan untuk mendukung pengembangan karier dan pemenuhan persyaratan profesi.
“Teman-teman yang saat ini sudah menjadi guru tentu memiliki pengalaman yang sangat berharga. Namun, pengalaman tersebut tetap perlu diperkuat melalui pendidikan formal, pembelajaran akademik, dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan,” ujar Sumiyani.
Baca Juga: UMT Targetkan 50 Persen Program Studi Berstatus Unggul Tahun Ini
Ia mengapresiasi dukungan pimpinan Kabupaten Tangerang yang memberikan beasiswa bagi para guru untuk mengikuti perkuliahan selama tiga semester. Kesempatan tersebut dinilai perlu dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.
Bagi Sumiyani, kesempatan menempuh pendidikan tinggi bukan sekadar upaya memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, pendidikan menjadi ruang bagi para guru untuk memperluas wawasan, memperbarui pengetahuan, serta meningkatkan kualitas praktik pembelajaran yang diterapkan di sekolah.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan lamanya pengalaman mengajar sebagai alasan untuk berhenti belajar. Perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan peserta didik dan perubahan pendekatan pembelajaran.
“Jangan pernah merasa bahwa belajar sudah selesai hanya karena kita sudah lama mengajar,” tegasnya.
Di sisi lain, Sumiyani menyadari bahwa menjalani perkuliahan di tengah tanggung jawab pekerjaan bukan perkara mudah. Mahasiswa perlu membagi waktu dan energi antara aktivitas mengajar, keluarga, dan kewajiban akademik. Karena itu, komitmen menjadi faktor penting agar kesempatan memperoleh beasiswa benar-benar berujung pada keberhasilan studi.
Baca Juga: FK UMT Soroti Kualitas Udara Kota Tangerang, Rektor: Kesehatan Masyarakat Jadi Tantangan Bersama
Mahasiswa dijadwalkan mengikuti perkuliahan pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. Perkuliahan pada Jumat dimulai setelah salat Jumat, sedangkan pada Sabtu dan Minggu berlangsung sejak pagi hari.
Dengan pola perkuliahan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengelola waktu secara disiplin dan konsisten menyelesaikan setiap tahapan studi. Sumiyani optimistis para guru dapat menjalani proses tersebut apabila memiliki tekad dan kesungguhan.
“Dua tahun bukanlah waktu yang terlalu lama. Jika sekarang kita duduk bersama di tempat ini sebagai mahasiswa, mudah-mudahan dua tahun mendatang kita kembali berkumpul dalam suasana yang berbeda, yaitu pada saat wisuda,” katanya.