Pemkab Tangerang Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan, Beasiswa Pendidikan Terus Diperluas

 

Tim educeria.com bersama bapak Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si. Bupati Kabupaten Tangerang.

Tangerang, Educeria— Pendidikan menjadi salah satu jalan yang diyakini mampu mengubah masa depan masyarakat. Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang yang terus mendorong perluasan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi bagian penting yang harus mendapatkan perhatian.

“Kalau infrastruktur sudah mulai jalan, SDM-nya juga harus kita bangun,” ujarnya.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui program beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Tangerang. Jika pada 2025 pemerintah daerah mengalokasikan beasiswa bagi 235 mahasiswa, jumlah tersebut meningkat menjadi 1.174 mahasiswa pada 2026.

Program tersebut ditujukan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang yang memiliki keterbatasan ekonomi, dengan penerima yang diseleksi berdasarkan kriteria dan tes yang telah ditentukan. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan hingga mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan diwisuda.

Menurut Bupati, perluasan akses pendidikan merupakan bagian penting dari upaya membangun daerah. Ia menilai, kemajuan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, maupun Indonesia tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat masih kesulitan memperoleh pendidikan tinggi.

“Bohong besar kalau Indonesia maju, daerah Kabupaten Tangerang maju, provinsi maju kalau masyarakatnya nggak sekolah, nggak kuliah,” tegasnya.

Ia pun menceritakan pengalaman ketika mengunjungi sejumlah calon penerima beasiswa. Salah satunya adalah mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Orang tua mahasiswa tersebut telah meninggal dan ibunya sehari-hari berjualan nasi uduk dengan penghasilan yang terbatas.

Kondisi tersebut membuat biaya kuliah menjadi kekhawatiran tersendiri bagi keluarga. Melalui program beasiswa, pemerintah daerah berupaya memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi alasan seseorang harus menghentikan pendidikan.

Tidak hanya mahasiswa, perhatian terhadap pendidikan juga diarahkan kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pemerintah Kabupaten Tangerang mencatat jumlah guru PAUD yang mendapatkan dukungan pendidikan meningkat dari 430 orang pada tahun sebelumnya menjadi 606 orang pada 2026.

Bupati juga menyinggung kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung melalui keterlibatan dalam program pemerintah daerah, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Menurutnya, pendidikan di perguruan tinggi memberikan mahasiswa bekal teori, sementara pengalaman di lapangan membantu mereka memahami persoalan secara lebih nyata.

“Formalnya teman-teman teorinya dapat nanti di kuliah, tapi urusan empiriknya pengalaman di lapangannya,” tuturnya. 

Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penerima ilmu, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembangunan masyarakat. Sebab, mahasiswa hari ini dinilai akan menjadi bagian dari generasi yang menjalankan roda pemerintahan, dunia usaha, profesi, hingga pembangunan Indonesia di masa mendatang.

“Teman-teman mahasiswa ini yang akan menjadi regenerasi, akan menjadi pemimpin di masa akan datang,” katanya. 

HIMATA dan Kaderisasi Mahasiswa

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum HIMATA menyoroti peran organisasi mahasiswa dalam membentuk kader yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

HIMATA menjadikan kaderisasi sebagai salah satu fokus utama organisasi. Salah satu kegiatan yang dijalankan adalah **LAKEMBARA (Latihan Kader Mahasiswa Banten Raya)** yang dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan selama kurang lebih tiga minggu.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembekalan teori selama satu minggu. Dua minggu berikutnya diisi dengan kegiatan semacam mini KKN dengan mengunjungi wilayah-wilayah yang tergolong terpencil, terdampak, maupun tertinggal.

“Artinya kita bisa menimbulkan solusi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” jelas Ketua Umum HIMATA. 

Selain kaderisasi, HIMATA juga menjalankan berbagai kegiatan seperti sosialisasi, pendidikan pemilih, serta kajian mengenai isu-isu sosial baik di tingkat nasional maupun daerah.

Meski demikian, HIMATA masih memiliki pekerjaan rumah dalam mengoptimalkan pemanfaatan media digital. Ketua Umum HIMATA mengakui bahwa pengelolaan media sosial organisasi masih perlu dibenahi agar informasi mengenai kegiatan dan gerakan organisasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Saya sadar di Instagram pun postingannya paling baru sembilan. Itu PR saya untuk bagaimana bisa mengaktivasi kembali media digital,” ujarnya. 

Ke depan, ia berharap HIMATA dapat terus menjadi organisasi yang memperjuangkan hak-hak masyarakat yang tertindas sekaligus mampu merespons berbagai persoalan dan tantangan zaman, khususnya di Kabupaten Tangerang dan secara lebih luas di berbagai sektor kehidupan masyarakat. 

Pertemuan antara pemerintah daerah dan mahasiswa tersebut pada akhirnya memperlihatkan adanya ruang yang dapat dijembatani melalui kolaborasi. Pemerintah memiliki program dan kebijakan, sementara mahasiswa memiliki energi, pengetahuan, serta pengalaman akademik yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Bagi generasi muda, kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembangunan bukan hanya menjadi pengalaman tambahan selama masa kuliah. Lebih dari itu, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk memahami persoalan masyarakat sebelum nantinya mengambil peran yang lebih besar di tengah kehidupan sosial dan pemerintahan.

Karena mahasiswa hari ini bukan hanya sedang mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan, tetapi juga sedang dipersiapkan untuk mengisi dan menentukan arah pembangunan di masa depan. 


Reporter: Tim educeria.com

Penulis: Nur Agnatul Hasanah

Editor: Muhammad Guruh Nuary

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama