Pelantikan Pengurus Baru HIMATA Jadi Momentum Konsolidasi dan Penguatan Peran Mahasiswa Banten Raya

Suasana Pelantikan dan Konsolidasi (Rasyatul Maharani/educeria.com)


Tangerang, Educeria — Pelantikan pengurus baru pada 22 Agustus 2026, bukan sekadar pergantian kepemimpinan dalam sebuah organisasi. Bagi Himpunan Mahasiswa Tangerang (HIMATA), momentum tersebut menjadi awal untuk memperkuat konsolidasi internal, menghidupkan kembali semangat kaderisasi, sekaligus menegaskan peran mahasiswa dalam menjawab persoalan masyarakat.

Pelantikan pengurus HIMATA menjadi bagian dari perjalanan organisasi mahasiswa yang selama ini menempatkan kaderisasi sebagai salah satu fondasi utama. Ketua Umum HIMATA menjelaskan, proses kaderisasi menjadi langkah penting untuk membentuk anggota yang tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki pengalaman bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Salah satu bentuk kaderisasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan LAKEMBARA atau Latihan Kader Mahasiswa Banten Raya. Kegiatan ini dirancang berlangsung kurang lebih selama tiga minggu dengan tahapan pembekalan teori dan pengalaman langsung di lapangan. 

Pada tahap awal, para peserta mendapatkan pembekalan selama satu minggu melalui kegiatan di kelas dan forum. Setelah itu, dua minggu berikutnya diisi dengan kegiatan semacam mini Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan mengunjungi berbagai wilayah yang memiliki kondisi terpencil, terdampak, maupun tertinggal.

Bagi HIMATA, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kader. Mahasiswa tidak hanya diajak memahami persoalan masyarakat melalui diskusi, tetapi juga melihat secara langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Artinya kita bisa menimbulkan solusi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Ketua Umum HIMATA. 

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kaderisasi HIMATA tidak berhenti pada penguatan kemampuan berorganisasi. Ada upaya untuk membawa mahasiswa lebih dekat dengan realitas sosial di sekitarnya. Pengalaman turun langsung ke masyarakat menjadi ruang bagi kader untuk memahami bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat membutuhkan kepekaan sekaligus solusi yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Selain kaderisasi, HIMATA juga menjalankan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan kebangsaan. Di antaranya adalah sosialisasi, pendidikan pemilih, serta kajian mengenai berbagai isu sosial, baik pada tingkat nasional maupun daerah. 

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya HIMATA untuk mempertahankan perannya sebagai organisasi mahasiswa yang tidak hanya beraktivitas di lingkungan kampus, tetapi juga memiliki perhatian terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Namun, di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, HIMATA juga menyadari adanya pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi. Salah satunya berkaitan dengan pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi organisasi.

Ketua Umum HIMATA mengakui bahwa aktivitas media digital organisasi masih perlu dihidupkan kembali. Menurutnya, perkembangan informasi saat ini membuat media digital menjadi bagian penting dalam menyampaikan pesan dan memperkenalkan kegiatan organisasi kepada masyarakat yang lebih luas.

“Saya sadar di Instagram pun postingannya paling baru sembilan. Itu PR saya untuk bagaimana bisa mengaktivasi kembali media digital,” ungkapnya. 

Evaluasi tersebut menjadi salah satu bagian dari konsolidasi yang perlu dilakukan dalam kepengurusan baru. Konsolidasi tidak hanya berkaitan dengan menyatukan kembali internal organisasi, tetapi juga memastikan HIMATA mampu beradaptasi dengan cara masyarakat berkomunikasi pada era digital.

Tim educeria.com bersama bapak Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si. Bupati Kabupaten Tangerang

Di sisi lain, momentum pelantikan juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Tangerang menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa sekaligus mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan.

Menurutnya, mahasiswa saat ini merupakan bagian dari calon penerus yang nantinya akan mengisi berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, dunia usaha, profesi, hingga pembangunan secara lebih luas.

“Teman-teman mahasiswa ini yang akan menjadi regenerasi, akan menjadi pemimpin di masa akan datang,” ujarnya. 

Bupati juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan memperoleh pengalaman langsung melalui kegiatan seperti KKN maupun Praktik Kerja Lapangan (PKL). Menurutnya, pembelajaran di perguruan tinggi memberikan landasan teori, sedangkan pengalaman di lapangan memberikan pemahaman empiris yang melengkapi pengetahuan tersebut. 

Pesan tersebut sejalan dengan arah kaderisasi yang selama ini dijalankan HIMATA. Pengalaman mahasiswa berada di tengah masyarakat dapat menjadi bekal untuk memahami persoalan secara lebih konkret sebelum mengambil peran yang lebih besar di masa mendatang.

Bagi kepengurusan baru, tantangan tersebut sekaligus menjadi pekerjaan yang harus dijawab. Ketua Umum HIMATA berharap organisasi ke depan tetap mempertahankan keberpihakannya terhadap masyarakat, sekaligus mampu merespons berbagai perubahan dan persoalan yang terus berkembang.

“Bagaimana pun juga HIMATA ini harus menjadi organisasi yang terus memperjuangkan hak-hak masyarakat tertindas,” tegasnya. 

Ia juga menekankan bahwa HIMATA perlu mampu menjawab berbagai persoalan dan tantangan zaman, khususnya di Kabupaten Tangerang dan secara lebih luas di berbagai sektor kehidupan masyarakat. 

Dengan demikian, pelantikan pengurus baru HIMATA tidak berhenti sebagai seremoni pergantian kepemimpinan. Di baliknya terdapat agenda yang lebih besar: mengonsolidasikan organisasi, memperkuat kaderisasi, memperluas kebermanfaatan, serta menghidupkan kembali ruang komunikasi dengan masyarakat melalui media digital.

Kepengurusan baru kini memiliki ruang untuk membuktikan bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya hadir untuk mengurus kegiatan internal. Lebih jauh, HIMATA diharapkan mampu menjadi tempat mahasiswa belajar membaca persoalan, turun langsung ke masyarakat, dan mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan.

Sebab, bagi mahasiswa yang hari ini sedang belajar menjadi kader, masa depan organisasi bukan hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi juga oleh seberapa kuat seluruh anggotanya mampu menjaga nilai perjuangan dan menerjemahkannya menjadi tindakan nyata di tengah masyarakat.

Reporter: Tim educeria.com
Penulis: Nur Agnatul Hasanah
Editor: Muhammad Guruh Nuary

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama