reportase

Juara 2 KMLI 2026, Tim UMT Ungkap Tantangan di Balik Podium

Senin, 28 September 2026 | 22:26 WIB
Cisadane Benteng Team UMT (sebelah kiri) saat diumumkan sebagai Juara 2 pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XIV 2026. (dok. Pribadi)

Tangerang, Educeria – Meraih Juara 2 kategori Endurance pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XIV 2026 bukan perjalanan singkat bagi Cisadane Benteng Team Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

Tim harus melewati berbagai tantangan teknis dan manajemen sebelum akhirnya membawa pulang posisi kedua di ajang yang digelar Politeknik Negeri Bandung (Polban).

Vice Manager Cisadane Benteng Team UMT, Rama Destanovva, mengatakan tantangan terbesar tim adalah memastikan seluruh sistem kendaraan dapat bekerja secara optimal dan konsisten.

"Dalam pengembangan kendaraan listrik, satu permasalahan kecil pada suatu sistem dapat memberikan pengaruh terhadap sistem lainnya. Karena itu, kami harus benar-benar memperhatikan setiap detail kendaraan," kata Rama.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ngebut, Ini Andalan Mobil Listrik UMT di KMLI 2026

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian tim adalah pengelolaan panas pada sejumlah komponen. Ketika kendaraan bekerja dalam waktu cukup lama, panas berlebih dapat memengaruhi performa dan keandalan sistem.

Untuk mengatasinya, tim melakukan evaluasi terhadap sistem pendinginan dan aliran udara. Pengembangan air scoop menjadi salah satu bagian yang dilakukan untuk membantu mengoptimalkan sirkulasi udara pada area yang membutuhkan.

Selain persoalan teknis, tim menghadapi tantangan dari sisi waktu, sumber daya dan koordinasi. Waktu persiapan menuju kompetisi membuat anggota harus menentukan prioritas pekerjaan.

Baca Juga: Bangga! Cisadane Benteng Team UMT Raih Juara 2 Endurance KMLI 2026

Rama mengatakan tim menerapkan evaluasi dan troubleshooting secara bertahap. Ketika menemukan masalah, mereka berusaha mencari akar persoalan sebelum menentukan solusi.

Saat kompetisi berlangsung, pembagian tugas juga menjadi bagian dari strategi tim. Setiap anggota memiliki tanggung jawab masing-masing sehingga kendala dapat direspons dengan cepat.

"Strategi terbaik adalah mempersiapkan kendaraan sebaik mungkin, memahami karakter kendaraan sendiri, menjaga komunikasi tim, dan tetap tenang dalam menghadapi situasi di lapangan," ujarnya.

Setelah meraih Juara 2, Cisadane Benteng Team tidak ingin berhenti pada pencapaian tersebut. Tim menargetkan pengembangan dari sisi performa, efisiensi energi, aerodinamika, manajemen temperatur, keselamatan dan keandalan kendaraan.

"Kami juga ingin meningkatkan proses pengujian agar setiap perubahan yang dilakukan pada kendaraan dapat memiliki dasar data yang lebih kuat," kata Rama.

Halaman:

Tags

Terkini