• Selasa, 29 September 2026

Bukan Sekadar Ngebut, Ini Andalan Mobil Listrik UMT di KMLI 2026

Photo Author
Nida Amelia Triyani, Educeria.com
- Senin, 28 September 2026 | 22:03 WIB
Mobil listrik karya Cisadane Benteng Team UMT pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XIV 2026. (dok. Pribadi)
Mobil listrik karya Cisadane Benteng Team UMT pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XIV 2026. (dok. Pribadi)

Tangerang, Educeria – Cisadane Benteng Team Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) membawa konsep performa dan efisiensi dalam mobil listrik yang mereka gunakan pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) XIV 2026.

Konsep tersebut mengantarkan tim meraih Juara 2 kategori Endurance dalam kompetisi yang berlangsung di Politeknik Negeri Bandung (Polban).

General Manager Cisadane Benteng Team UMT, Muhammad Wahyudin, mengatakan tim tidak hanya mengejar kecepatan kendaraan dalam kategori Endurance.

"Karena kami mengikuti kategori Endurance, kami tidak hanya berfokus pada kecepatan kendaraan, tetapi juga bagaimana kendaraan mampu mempertahankan performanya dalam kondisi kompetisi dan menggunakan energi secara seefisien mungkin," kata Wahyudin dalam keterangan yang diterima Educeria.com, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Bangga! Cisadane Benteng Team UMT Raih Juara 2 Endurance KMLI 2026

Salah satu bagian yang menjadi perhatian tim adalah sistem aerodinamika kendaraan. Tim mengembangkan air scoop yang dirancang untuk membantu mengatur aliran udara sekaligus mendukung proses pendinginan komponen.

Menurut Wahyudin, pengelolaan temperatur menjadi bagian penting dalam pengembangan kendaraan listrik. Temperatur yang terlalu tinggi dapat memengaruhi performa dan keandalan komponen.

Selain aerodinamika, tim juga memperhatikan konstruksi kendaraan. Rangka tubular digunakan dengan mempertimbangkan kekuatan struktur sekaligus bobot kendaraan agar tetap sesuai dengan konsep yang dikembangkan.

Sebelum mengikuti kompetisi, kendaraan menjalani berbagai pengujian. Setiap hasil pengujian kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menentukan bagian yang masih perlu diperbaiki atau dioptimalkan.

"Jadi, inovasi bagi kami bukan hanya menciptakan satu teknologi baru, tetapi juga bagaimana kami mampu mengembangkan dan mengoptimalkan sistem yang ada agar kendaraan dapat bekerja lebih efektif," ujarnya.

Wahyudin mengatakan, strategi tersebut diterapkan karena keberhasilan di kategori Endurance tidak hanya ditentukan oleh kecepatan. Kendaraan juga harus mampu mempertahankan performa, efisiensi dan keandalan selama perlombaan.

Wahyudin berharap pengembangan mobil listrik mahasiswa dapat terus berkembang melalui kompetisi seperti KMLI.

"Kami berharap ke depannya kendaraan listrik karya mahasiswa Indonesia tidak hanya menjadi kendaraan untuk perlombaan, tetapi juga dapat menjadi awal dari lahirnya inovasi teknologi yang bisa dikembangkan lebih jauh untuk kebutuhan masyarakat dan industri," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muhamad Hijar Ardiansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X