FKIP UMT Perkuat Integrasi Akademik melalui Workshop SIGAP Berbasis Aplikasi

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMT, Sumiyani (paling kanan) saat memberikan sambutan. (Educeria.com/Muhammad Guruh Nuary)

Tangerang, Educeria—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menyelenggarakan rapat pembagian Surat Keputusan (SK) Mengajar sekaligus Workshop Sinergi Integritas RPS dan Aplikasi Pembelajaran (SIGAP) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola akademik dan mendorong transformasi digital dalam proses pembelajaran di lingkungan FKIP UMT.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMT, KH. Saiman Soleh, Kepala Badan Penjamin Mutu Universitas (BPMU) UMT, Prof. Aris Gumilar, serta jajaran pimpinan dan dosen FKIP UMT. Workshop menghadirkan narasumber dari unsur akademik dan teknologi informasi, di antaranya Dr. Haji Ismail serta Kepala Biro Teknologi dan Sistem Informasi (BTSI) UMT, Dyas Yudi Priyanggodo.

Dalam pengarahan workshop, disampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki tiga agenda utama, yaitu pemaparan materi akademik, pembagian SK Mengajar, serta pelatihan penggunaan aplikasi akademik yang mulai diterapkan secara lebih luas pada tahun akademik ini.

Berbeda dari pembagian SK Mengajar yang sebelumnya dilakukan secara konvensional menggunakan dokumen cetak, pada pelaksanaan kali ini seluruh proses telah diarahkan ke dalam sistem aplikasi. Hal tersebut menjadi bagian dari langkah FKIP UMT dalam membangun tata kelola akademik yang lebih efektif, terdokumentasi, dan terintegrasi.

Pembagian SK Mengajar juga ditekankan bukan sekadar sebagai kegiatan administratif rutin. SK tersebut merupakan bentuk amanah akademik yang diberikan kepada dosen untuk menjalankan tanggung jawabnya dalam mendampingi mahasiswa mencapai kompetensi dan cita-cita pendidikan mereka.

“Jangan sampai kita menjadikannya sekadar kegiatan rutin administratif. Di balik SK Mengajar tersebut terdapat sebuah nilai dan amanah yang sangat besar,” ungkap Sumiyani dihadapan dosen, di Aula Jend. Sudirman, UMT, Kota Tangerang, Senin (7/9/2026).

Penguatan profesionalisme dosen kemudian menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Pelaksanaan pembelajaran tidak hanya dipandang dari keterlaksanaan proses mengajar, tetapi juga melalui komitmen, evaluasi, dan peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan. Evaluasi pembelajaran dan kinerja dosen yang selama ini dilakukan secara berkala diharapkan dapat semakin optimal dengan dukungan sistem digital.

Integrasi OBE dan Sistem Akademik

Salah satu fokus utama workshop adalah implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) melalui aplikasi yang telah disiapkan oleh universitas. Sistem tersebut dirancang untuk mengintegrasikan berbagai komponen akademik, mulai dari kurikulum, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Rencana Pembelajaran Semester (RPS), proses perkuliahan, hingga asesmen.

Melalui sistem yang terintegrasi, aktivitas akademik yang sebelumnya tersebar dalam berbagai dokumen dapat dikelola dalam satu platform. Dosen tidak hanya diarahkan untuk memahami cara mengakses aplikasi, tetapi juga bagaimana memasukkan dan mengelola berbagai komponen pembelajaran secara sistematis.

Pemanfaatan aplikasi ini juga diharapkan dapat memudahkan proses monitoring dan evaluasi akademik. Berbagai kebutuhan administrasi pembelajaran, seperti RPS, perangkat Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), hingga dokumen pendukung lainnya, nantinya dapat diakses melalui sistem tanpa harus dilakukan secara manual dan berulang.

"Ketua Program Studi maupun pihak terkait dapat melakukan pemantauan dokumen dan pelaksanaan pembelajaran secara lebih efektif. Dosen pun dapat mengatur serta melengkapi kebutuhan akademiknya melalui sistem yang telah disediakan," paparnya.

Sumiyani,menegaskan pentingnya kesiapan seluruh dosen dalam menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan aplikasi akademik tidak hanya ditujukan untuk mempermudah pekerjaan administratif, tetapi juga memastikan setiap proses pembelajaran memiliki keterkaitan yang jelas dengan pencapaian kompetensi lulusan.

Semangat tersebut dirangkum dalam tema “MANTAP: Mudah, Aman, Nyaman, Terpadu, Adaptif, dan Profesional Berbasis sistem SIAOBE.” Tema ini menjadi gambaran arah pengembangan sistem akademik FKIP UMT yang menempatkan kemudahan penggunaan, keamanan, integrasi, kemampuan beradaptasi, dan profesionalisme sebagai bagian penting dalam transformasi digital.

Para dosen juga didorong untuk tidak khawatir terhadap proses adaptasi teknologi. Tim pengelola aplikasi diharapkan terus memberikan pendampingan, membuka ruang konsultasi, serta membantu dosen dalam menghadapi kendala selama proses implementasi.

Workshop ini sekaligus menjadi bentuk persiapan agar seluruh dosen memiliki pemahaman yang sama sebelum sistem digunakan dalam berbagai aktivitas akademik. Keikutsertaan dosen dalam workshop menjadi penting untuk memastikan proses penginputan kurikulum, CPL, CPMK, RPS, asesmen, hingga perangkat evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan tepat.

"Penerapan sistem terintegrasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi semata. Setiap aktivitas akademik, sebagai bagian dari pelaksanaan Chatur Dharma Perguruan Tinggi, diharapkan tetap bermuara pada pencapaian kompetensi lulusan dan peningkatan mutu pendidikan di FKIP UMT," ujarnya.

Melalui Workshop SIGAP, FKIP UMT terus mendorong terciptanya tata kelola akademik yang lebih terintegrasi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada peningkatan profesionalisme dosen dan kualitas lulusan.


Reporter: Muhammad Guruh Nuary

Penulis: Nur Agnatul Hasanah

Editor: Muhammad Guruh Nuary

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama