Presma UMT Tegaskan Masta & Propesa Bukan Ruang Senoritas : “Kita Satu Keluarga”

Presiden Mahasiswa UMT,  Fajar Anugrah Aberdien bersama tim educeria.com (Educeria.com/Rasyatul Maharani & Nida Amelia Triyani)
 

Tangerang, Educeria — Pelaksanaan Masa Ta’aruf (masta) dan Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa) Universitas Muhammadiyah Tangerang tidak hanya menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang awal untuk mengenalkan kehidupan kemahasiswaan. Presiden Mahasiswa (Presma) BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang, Fajar Anugrah Aberdien, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh menjadi ruang tumbuhnya budaya senioritas.

Fajar menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Tangerang memiliki kedudukan yang sama. Menurutnya, perbedaan angkatan bukan alasan bagi mahasiswa tertentu untuk merasa lebih tinggi atau memperlakukan mahasiswa baru secara tidak tepat.

“Di Universitas Muhammadiyah Tangerang khususnya, tidak ada yang namanya senioritas. Kita sama rata. Sama rata semua,” tegas Fajar saat ditemui Educeria.com usai acara, Minggu (30/8/2026).

Menurut Fajar, sikap saling menghormati seharusnya tumbuh dari kesadaran dan etika, bukan karena adanya tuntutan untuk mendapatkan perlakuan khusus. Ia menilai budaya senioritas perlu dihilangkan agar mahasiswa dapat saling menghargai dan menjaga satu sama lain.

“Senioritas itu harus dihilangkan di Universitas Muhammadiyah Tangerang ini. Tidak boleh diadakan. Karena kita harus sama, kan kita satu keluarga,” ujarnya.

Pandangan tersebut juga berkaitan dengan tujuan masta dan Propesa yang menurut Fajar bukan sekadar kegiatan penyambutan. Melalui berbagai kegiatan, mahasiswa baru diperkenalkan dengan kehidupan sebagai mahasiswa, termasuk pentingnya memiliki keberpihakan kepada masyarakat.

Fajar juga mengajak mahasiswa baru untuk aktif mengikuti organisasi, seperti himpunan mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), maupun komunitas di kampus. Menurutnya, keterlibatan dalam organisasi menjadi salah satu bagian dari proses mahasiswa untuk berkembang dan mengambil peran di lingkungan kampus.

Dengan demikian, Masta dan Propesa diharapkan menjadi awal terbentuknya kehidupan kemahasiswaan yang mengedepankan kesetaraan dan kebersamaan, tanpa menjadikan perbedaan angkatan sebagai alasan untuk membangun senioritar. 


Reporter: Rasyatul Maharani & Nida Amelia Triyani 

Penulis: Marzukoh Masail Miskah 

Editor: Muhammad Guruh Nuary

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama