![]() |
| Rangkaian Pramasta dan Masta UMT Tahun Ajaran 2026/2027 tetap berlangsung di tengah suasana duka keluarga besar kampus. (Educeria/Rasyatul Maharani) |
Tangerang, Educeria — Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Universitas Mulia Tangerang (UMT) setelah wafatnya Rektor UMT, Ayahanda Dr. H. Desri Arwen, M. Pd. Di tengah kehilangan tersebut, rangkaian Pengenalan Mahasiswa Baru (Pramasta) dan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Masta) Tahun Ajaran 2026/2027 tetap dilaksanakan pada 30 Agustus 2026 untuk menyambut sekitar 1.500 mahasiswa baru.
Bagi panitia, pelaksanaan kegiatan tahun ini menjadi situasi yang tidak mudah. Persiapan yang telah dilakukan selama kurang lebih tiga bulan harus tetap berjalan meskipun keluarga besar UMT sedang berada dalam suasana berduka.
![]() |
| Dokumentasi wawancara bersama Fajar Anugrah Aberdien, Presiden Mahasiswa UMT (Educeria/Nida Amelia Triyani & Rasyatul Maharani) |
Hal ini diamini oleh Presiden Mahasiswa UMT, Fajar Anugrah Aberdien, mengatakan bahwa tahun ini menjadi salah satu masa persiapan yang paling rumit dan sibuk. Selain harus mempersiapkan rangkaian kegiatan mahasiswa baru, panitia juga menghadapi situasi duka atas meninggalnya rektor.
“Di tahun ini memang tahun paling rumit dan paling sibuk lah menurut saya,” ujar Fajar saat ditemui Educeria.com usai acara.
Kabar wafatnya rektor menjadi pukulan bagi keluarga besar UMT. Namun, kegiatan tetap harus dilaksanakan, karena terdapat sekitar 1.500 mahasiswa baru dan keluarga yang telah menantikan dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari UMT.
“Kita sangat terpukul berduka. Tapi kita harus tetap menjalankan karena ada 1.500 keluarga yang mengharapkan anaknya untuk berkuliah,” ungkap Fajar.
Bagi Fajar sendiri, kepergian rektor merupakan kabar yang datang secara tidak terduga. Ia mengaku terkejut ketika mengetahui kabar tersebut dan langsung bergegas menuju rumah almarhum.
“Kalau saya pribadi, saya syok banget, kaget banget kan. Di hari itu dikabarkan Ayahanda meninggal dunia,” tuturnya.
Meski masih berada dalam suasana kehilangan, Fajar mengatakan bahwa kepergian tersebut harus diterima dengan ikhlas. Baginya, sosok rektor bukan hanya seorang pimpinan universitas, tetapi juga sosok yang memiliki kedekatan dengan mahasiswa.
“Sampai hari ini kita juga masih tidak menyangka bahwa Rektor kita, orang tua kita, guru kita, panutan kita, mentor kita itu sudah meninggalkan kita semua,” katanya.
Fajar juga mengenang almarhum sebagai salah satu pendiri UMT yang memiliki peran besar dalam perjalanan perkembangan universitas. Perjuangannya disebut menjadi bagian dari perjalanan UMT hingga berkembang dengan berbagai fasilitas dan program pendidikan yang dimiliki saat ini.
Di tengah suasana tersebut, panitia memilih untuk tetap melanjutkan rangkaian Pramasta dan Masta. Keputusan itu diambil bukan karena duka telah selesai, melainkan karena terdapat tanggung jawab yang tetap harus dijalankan kepada mahasiswa baru yang telah memilih UMT sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
Bagi Fajar, keberadaan sekitar 1.500 mahasiswa baru menjadi salah satu alasan kuat mengapa kegiatan tetap dilaksanakan. Mereka datang membawa harapan untuk memulai kehidupan baru sebagai mahasiswa.
“Kegiatan ini harus tetap dilakukan untuk sekiranya menyambut kawan-kawan mahasiswa yang akan membantu Universitas Mulia Tangerang ini terus berkembang ke depannya,” ujarnya.
Pelaksanaan Pramasta dan Masta sendiri telah dipersiapkan jauh sebelum hari pelaksanaan. Koordinasi panitia telah dilakukan sekitar tiga bulan sebelumnya dengan melibatkan berbagai unsur dalam kegiatan mahasiswa.
Kendati demikian, Fajar menyebut persoalan komunikasi dan keuangan menjadi dua tantangan utama dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini. Berbagai kebutuhan harus dipersiapkan untuk menangani jumlah mahasiswa baru yang mencapai sekitar 1.500 orang.
Meski menghadapi berbagai kendala, rangkaian kegiatan akhirnya tetap terlaksana. Mahasiswa baru tetap dapat mengikuti proses penyambutan dan mulai mengenal lingkungan kampus yang akan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.
Bagi keluarga besar UMT, pelaksanaan Pramasta dan Masta tahun ini berlangsung dalam suasana yang berbeda. Ada kesedihan atas kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan universitas, tetapi pada saat yang sama terdapat tanggung jawab untuk menyambut generasi baru mahasiswa.
Fajar pun menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru agar mereka turut melanjutkan doa untuk almarhum sekaligus mulai aktif mengambil bagian dalam kehidupan kampus melalui organisasi, UKM, maupun komunitas yang tersedia di UMT.
Pramasta dan Masta UMT 2026/2027 akhirnya bukan hanya menjadi agenda tahunan penyambutan mahasiswa baru. Tahun ini, kegiatan tersebut berlangsung dalam sebuah momentum yang penuh kehilangan sekaligus harapan.
Reporter: Tim educeria.com
Penulis: Nida Amelia Triyani
Editor: Muhammad Guruh Nuary

