Kreativitas dari Barang Bekas, Fashion Show Masta UMT 2026 Usung Konsep Green Industry

Rasyatul Maharani& Nida Amelia T./EduCeria.com)
(Peserta fashion show Masta UMT menampilkan kostum berbahan daur ulang dalam rangkaian Pramasta-Masta 2026/2027. (Educeria.com/Nida Amelia Triyani & Rasyatul Maharani)

Tangerang, Educeria — Universitas Mulia Tangerang (UMT) menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam rangkaian Pengenalan Mahasiswa Baru (Pramasta) dan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Masta) Tahun Ajaran 2026/2027. Mahasiswa baru mengikuti fashion show dan karnaval yang mengusung konsep green industry dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang sebagai bahan utama kostum.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan kreativitas mahasiswa baru, tetapi juga menjadi cara panitia mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan yang dikemas secara menarik.

Presiden Mahasiswa UMT, Fajar Anugrah Aberdien, mengatakan bahwa fashion show menjadi salah satu kegiatan baru yang dihadirkan dalam Masta tahun ini. Gagasan tersebut muncul dari hasil pembahasan panitia untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dari kegiatan Masta sebelumnya.

“Yang belum pernah kita buat nih selama di masa ini kan. Ya, salah satunya mungkin kawan-kawan sudah sepakat dan setuju untuk membuat fashion show tersebut,” ujar Fajar kepada Educeria.com saat ditemui, Minggu (30/8/2026). 

Konsep fashion show kemudian disesuaikan dengan tema green industry. Mahasiswa baru diwajibkan berkreasi bersama kelompok masing-masing dengan menggunakan bahan daur ulang. Panitia juga mengimbau mahasiswa untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai selama kegiatan, salah satunya dengan membawa tumbler. 

Konsep tersebut membuat mahasiswa tidak hanya memikirkan bagaimana sebuah kostum terlihat menarik, tetapi juga bagaimana memanfaatkan barang yang mudah ditemukan di sekitar mereka.

Salah satu kelompok peserta menampilkan kostum dengan konsep raja dan ratu bernuansa Disney. Kelompok tersebut diwakili oleh Amel dari Program Studi Pariwisata dan Rama Saputra dari Fakultas Teknik.

Kostum yang mereka tampilkan dibuat menggunakan berbagai bahan daur ulang, salah satunya koran. Pemilihan bahan tersebut dilakukan karena mudah ditemukan dan dianggap memiliki tampilan yang unik ketika diolah menjadi kostum.

“Lebih tepatnya sama bahannya sih, lebih gampang dicari, terus emang masih masuk sama konsep. Kita juga ngambil beberapa referensi, kayak kalau koran tuh unik gitu, beda,” ungkap Rama saat ditemui Educeria.com. 

Di balik kostum yang ditampilkan, terdapat proses diskusi dan kerja sama antaranggota kelompok. Konsep yang mereka gunakan bukan berasal dari satu orang, melainkan hasil rembukan bersama.

“Iya, ini kita ide hasil rembukan bersama,” ujar Amel. 

Rama menjelaskan bahwa setiap anggota ikut memberikan gagasan. Berbagai ide tersebut kemudian digabungkan hingga menghasilkan konsep kostum yang mereka tampilkan dalam fashion show. 

Proses pembuatan kostum berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Waktu menjadi salah satu tantangan yang harus mereka hadapi karena beberapa anggota kelompok memiliki kesibukan lain, termasuk bekerja.

“Waktu sih (yang sulit), karena banyak juga yang udah kerja jadi bentrok sama waktunya,” kata Amel. 

Meski menghadapi keterbatasan waktu, proses tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kelompok Amel dan Rama berhasil meraih Juara 1 dalam fashion show.

Bagi Rama, kemenangan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan setelah seluruh anggota berusaha menyelesaikan kostum bersama.

“Seneng banget, terus nggak nyangka juga bisa juara,” ungkapnya. 

Fashion show dalam rangkaian Masta UMT 2026/2027 pada akhirnya tidak hanya menghadirkan kompetisi antarkelompok. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk belajar bekerja sama, menyatukan ide, serta mengubah bahan-bahan sederhana menjadi sebuah karya.

Konsep green industry yang diterapkan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat disampaikan melalui cara yang kreatif. Barang yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dapat memiliki nilai baru ketika diolah dengan ide dan keterampilan.

Bagi mahasiswa baru, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses awal mengenal kehidupan kampus. Bukan hanya tentang siapa yang tampil paling menarik, tetapi juga bagaimana sebuah kelompok mampu berkolaborasi, berkreasi, dan menghasilkan karya dari sesuatu yang sederhana.

Fashion show Masta UMT 2026/2027 pun menjadi bukti bahwa kreativitas mahasiswa baru dapat tumbuh dari hal-hal yang ada di sekitar mereka—bahkan dari barang yang sebelumnya dianggap tidak lagi berguna.

Reporter: Tim educeria.com

Penulis: Nida Amelia Triyani & Nailah Zukhruf Kamilah

Editor: Muhammad Guruh Nuary


Tags:

REPORTASE

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama