![]() |
| Suasana Pemilihan Raya (Pemira) di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) untuk memilih Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa yang baru. (Foto: Silfiana Dian Setianingrum) |
Tangerang, Educeria.id - Pemilihan Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa (Presma-Wapresma) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) berlangsung hari ini, Senin (19/1/2026). Acara yang dikemas dalam Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) ini mendapatkan respon positif.
Untuk diketahui, dalam Pemira ini, pencalonan hanya ada satu pasangan calon, yakni Fajar Anugrah Aberdien dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Wahyu Ramadhan dari perwakilan Fakultas Teknik (FT). Pasangan calon ini mendapat nomor urut 1.
Sejak pagi, pukul 09.00 WIB persiapan dilaksanakan di Plaza UMT. Terdapat pembagian Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebar di sepanjang Plaza.
"Hari ini, kita bukan sekadar mencoblos kertas, tapi sedang menitipkan harapan besar bagi kampus kita tercinta, melalui penerus selanjutnya, kita bisa bersuara harapan kita besar,” ungkap mahasiswa program studi PG PAUD, Anis Alfiyanti usai mencoblos.
Dirinya berharap, pasangan calon yang terpilih bisa menjadi corong mahasiswa dalam bersuara dan tidak diam serta tetap kritis terhadap keadaan bangsa belakangan ini. Sesuai dengan misi poin ke-5 yaitu "menyelenggarakan program bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan akademik, sosial, dan pengabdian dalam tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel".
“Kemenangan sesungguhnya adalah ketika mahasiswa tetap bersatu dan kritis. Salam perjuangan! Hidup mahasiswa,” paparnya.
Apresiasi serupa juga datang dari Ketua Himpunan Mahasiswa (HIMA) PG PAUD, Silfiana Dian Setianingrum. Menurutnya Pemira ini bukan hanya memilih presiden mahasiswa, tetapi juga memilih untuk meneruskan keorganisasian di puncak tertinggi suatu universitas.
“Kemarin sempat tersiar masih butuhkah kita dengan Presma (dan Wapresma)? Ya saya kira masih. Sebab pemilihan ini tanda bahwa organisasi mahasiswa masih hidup dan bernapas,” terang perempuan yang karib disapa Dian itu.
Bagi Dian, Pemira ini adalah langkah berkelanjutan untuk tetap dalam koridor berkemajuan seperti yang telah diterapkan oleh Muhammadiyah itu sendiri.
“Universitas kan tempatnya mahasiswa untuk bereksplorasi, bersosialisasi dan memperluas relasi. Bukan malah asik dengan sirkulasinya sendiri. Itu bukan berkemajuan dong namanya,” tutup Dian.
Di samping itu, saat berita ini ditayangkan, perhitungan suara masih berlangsung. Sementara, pasangan nomor 1 mendapat 152 suara dengan 6 suara yang memilih kotak kosong.
Reportase: Tim Educeria
Editor: Muhammad Guruh Nuary
Tags:
REPORTASE

.jpeg)